Swaracendika.id – Erupsi Gunung Semeru pada November 2025 kembali meninggalkan dampak serius bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. Khususnya di Kecamatan Pronojiwo, Desa Supit Urang, dan wilayah sekitarnya, aktivitas warga terganggu. Abu vulkanik dan material erupsi membatasi ruang gerak sekaligus mengancam keselamatan.
Namun demikian, di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial terus tumbuh. Dari dunia pendidikan, SMK Cendika Bangsa mengambil bagian dalam aksi solidaritas untuk membantu para korban erupsi Gunung Semeru. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan.
Solidaritas yang Tumbuh dari Sekolah

Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menanamkan nilai empati secara nyata. Para siswa tidak hanya belajar tentang bencana dari ruang kelas, tetapi juga diajak merasakan makna berbagi. Bantuan yang dikumpulkan menjadi simbol kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Kepala SMK Cendika Bangsa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter. Nilai kepedulian, gotong royong, dan kepekaan sosial terus ditanamkan melalui tindakan langsung, bukan sekadar teori.
Apresiasi dari LAZISNU
Selain mendapat dukungan internal, aksi kepedulian ini juga menuai apresiasi dari berbagai pihak. Ketua LAZISNU MWC NU, Khoirul Anwar, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tersebut.
“Langkah yang dilakukan SMK Cendika Bangsa ini sangat positif. Kepedulian seperti ini penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kepekaan sosial dan semangat kemanusiaan,” ujarnya.
Sekolah Hadir untuk Kemanusiaan
Pada akhirnya, melalui kegiatan ini, SMK Cendika Bangsa berharap dapat memberikan dukungan moral bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru. Di sisi lain, kegiatan ini juga menegaskan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang peduli pada lingkungan sosial.
Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Di tengah duka akibat erupsi Semeru, kepedulian seperti ini menjadi penguat harapan dan solidaritas bersama. (Hubaibi)