Share

Program Bongkar Ratoon Dimulai, Malang Jadi Pilot Project

swaracendika.id
swaracendika.id

Share


swaracendika.id – Program Bongkar Ratoon Tebu resmi dimulai di Kabupaten Malang. Program nasional ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Perkebunan untuk meningkatkan produktivitas tebu rakyat.
Kabupaten Malang mendapat kepercayaan besar sebagai pilot project nasional, dengan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) seluas 15.000 hektare dari total 75.000 hektare untuk Jawa Timur.


Produktivitas Didorong Naik Dua Kali Lipat

Tujuan utama program ini jelas: meningkatkan produktivitas lahan tebu bongkar ratoon dari rata-rata 80 ton per hektare menjadi 150–200 ton per hektare, tanpa menambah biaya dan waktu tanam.
Kalau ini berhasil, petani kita bisa hidup lebih layak. Produksi naik dua kali lipat, tapi ongkos tetap sama. Itulah makna efisiensi sesungguhnya,” ujar Kuntoro Boga Andri, Direktur Hilirisasi Perkebunan Kementerian Pertanian, di sela kegiatan tanam perdana di Bululawang.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk tujuh komoditas perkebunan, termasuk tebu. Kabupaten Malang mendapat bantuan Rp14 juta per hektare — maksimal lima hektare per petani — untuk penyediaan benih unggul dan biaya penanaman.

Sinergi Daerah dan Pabrik Gula

\Sementara itu, Bupati Malang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pabrik gula, dan petani agar program nasional ini tidak berhenti di atas kertas.“Kalau pabrik gula direvitalisasi dan rendemen bisa naik dari 7 persen menjadi 12 persen, kesejahteraan petani melonjak signifikan. Ini bukan sekadar urusan panen, tapi harga diri petani tebu” tegasnya disambut tepuk tangan para peserta.

Dinas Pertanian Malang: Menanam Harapan Baru

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, program ini sejalan dengan misi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menekan angka kemiskinan, terutama di wilayah selatan Malang yang menggantungkan hidup pada tebu. “Kalau program ini berhasil, Malang bisa jadi model nasional dan daerah eksportir tebu berkualitas tinggi. Kita ingin swasembada gula bukan hanya jargon, tapi kenyataan di lapangan,”ujarnya penuh keyakinan.

Menanam Kemandirian dari Bumi Arema

Langkah Kabupaten Malang menjadi percontohan nasional bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga tentang keberanian daerah menanam kemandirian. Dari tanah Malang yang subur, Indonesia menanam semangat baru menuju swasembada gula yang berdaulat dan berkeadilan. (ibnu/april)

Tag @

Share