Share

Dari Pasif Jadi Aktif: Optimalisasi Critical Thinking dan Self Efficacy melalui Model Pembelajaran Carousel Feedback Berbantuan Media Padlet

swaracendika.id

Share

Kegiatan penelitian pembelajaran inovatif dilaksanakan di SMK Cendika Bangsa Kepanjen sebagai upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, khususnya di jurusan Manajemen Perkantoran pada elemen Pengelolaan Sarana dan Prasarana. Penelitian ini mengimplementasikan model pembelajaran Carousel Feedback yang dipadukan dengan media digital Padlet. Kegiatan ini melibatkan 23 peserta didik kelas XI Manajemen Perkantoran A yang secara aktif mengikuti setiap tahapan pembelajaran mulai dari diskusi kelompok hingga pemberian umpan balik antar kelompok.

Dokumentasi Kelas

Dalam pelaksanaannya, model Carousel Feedback mendorong peserta didik untuk bekerja secara kolaboratif melalui sistem rotasi kelompok searah jarum jam. Setiap kelompok diberikan studi kasus, kemudian secara bergilir mengunjungi hasil kerja kelompok lain untuk memberikan tanggapan, kritik, dan saran. Proses ini diperkuat dengan penggunaan Padlet sebagai media interaktif yang memungkinkan peserta didik memberikan feedback secara real-time, sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis dan partisipatif.

Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Media Padlet

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aktivitas guru dan peserta didik. Aktivitas guru meningkat dari kategori sangat baik pada siklus I menjadi lebih optimal pada siklus II. Sementara itu, peserta didik menunjukkan peningkatan dalam keaktifan, keberanian, kedisiplinan, diskusi, dan kemampuan bertanya. Hal ini menandakan bahwa model pembelajaran yang diterapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan melibatkan siswa secara menyeluruh.

Kegiatan Rotasi Antar Kelompok

Tidak hanya dari segi aktivitas, kemampuan berpikir kritis (critical thinking) peserta didik juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari hasil pre-test yang diberikan pada awal siklus I dan post-test yang diberikan pada akkhir siklus I dan siklus II menunjukkan kenaikan dari kategori “kritis” menjadi “sangat kritis” pada siklus II. Peserta didik menjadi lebih mampu memahami masalah, memberikan alasan logis, menarik kesimpulan, serta menganalisis situasi secara lebih mendalam. Selain itu, kemampuan self-efficacy atau kepercayaan diri peserta didik juga meningkat dengan rata-rata ketiga indikator dapat dilihat dari yang sebelumnya mendapatkan nilai dengan kategori ”Tinggi” menjadi ”Sangat Tinggi”., terutama dalam menghadapi tugas, berpartisipasi dalam diskusi, dan menyampaikan pendapat.

Kegiatan Presentasi

Secara keseluruhan, implementasi model pembelajaran Carousel Feedback berbantuan media Padlet terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Model ini tidak hanya mendorong keterlibatan aktif peserta didik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kepercayaan diri mereka. Dengan hasil yang positif ini, diharapkan model pembelajaran serupa dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut pada berbagai mata pelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna.[Intan/cb01]

Tag @

Share