Share

Siswa Ikuti Materi Puasa dan Zakat Fitrah di Pondok Ramadhan

Share

swaracendika.id – Mengapa puasa Ramadhan dan zakat fitrah penting bagi siswa? Pertanyaan ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Pondok Ramadhan SMK Cendika Bangsa Kepanjen pada hari keempat, Kamis, 12 Maret 2026. Materi puasa Ramadhan dan zakat fitrah menjadi penutup rangkaian pembinaan amaliah Ramadhan yang diikuti seluruh siswa.

Sebelum masuk ke materi inti, siswa mengikuti kegiatan mengaji menggunakan metode An-Nashr di Musholla dan ruang pembelajaran (RPS). Dalam kegiatan tersebut, siswa membaca surat Al-Lahab beserta artinya. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan di kelas masing-masing.

Materi Puasa Ramadhan untuk Siswa

Pada sesi ini, siswa mempelajari bahwa puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Puasa Ramadhan dimaknai sebagai ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Semua dilakukan dengan niat karena Allah SWT untuk meningkatkan ketakwaan.

Selain itu, siswa juga memahami syarat sah puasa, yaitu beragama Islam, berakal sehat, dan telah mencapai usia baligh. Pada fase ini, seseorang sudah memiliki tanggung jawab menjalankan kewajiban syariat.

Guru juga menjelaskan rukun puasa Ramadhan, yaitu niat pada malam hari dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Siswa kemudian dikenalkan dengan berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan atau minum dengan sengaja, muntah yang disengaja, serta kondisi tertentu seperti haid, nifas, atau hilangnya kesadaran.

Pembelajaran Zakat Fitrah di Sekolah

Tidak hanya membahas ibadah individu, siswa juga mempelajari zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang masih hidup hingga akhir Ramadhan dan memiliki kelebihan makanan pokok.

Dalam praktiknya, zakat fitrah biasanya ditunaikan oleh kepala keluarga untuk seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Melalui pembelajaran ini, siswa memahami pentingnya berbagi kepada sesama.

Siswa juga mempelajari waktu pelaksanaan zakat fitrah. Waktu wajib dimulai pada malam Idul Fitri. Waktu sunnah dilakukan sebelum salat Id. Sementara itu, penyaluran setelah hari raya tidak diperbolehkan.

Selain itu, dijelaskan pula golongan penerima zakat fitrah atau mustahiq, seperti fakir, miskin, amil, muallaf, dan golongan lain yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam.

Meningkatkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Melalui materi puasa Ramadhan dan zakat fitrah, siswa tidak hanya memahami teori. Mereka juga didorong untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Pondok Ramadhan ini menjadi sarana pembentukan karakter. Siswa belajar tentang keikhlasan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga pembelajaran yang bermakna.[Niswa/cb1]

Tag @

Share