Swaracewndika.id – Kompetensi siswa di bidang otomotif kembali diuji melalui Yamaha Skill Contest 2026 yang berlangsung di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Selasa (15/9/2026). Dalam ajang tersebut, SMK Cendika Bangsa Kepanjen mengirimkan satu siswa, Farid Akbar Maulana, sebagai perwakilan sekolah.
Yamaha Skill Contest 2026 diikuti oleh 31 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengirimkan satu peserta. Kompetisi ini menjadi ruang bagi siswa SMK bidang otomotif untuk mengukur kemampuan sekaligus menerapkan kompetensi teknis yang telah dipelajari di sekolah.
Uji Teori dan Praktik dalam Satu Kompetisi
Kompetisi Yamaha Skill Contest 2026 terdiri atas dua tahapan utama, yaitu tes teori secara online dan tes praktik.
Pada tahap teori, peserta mengerjakan materi yang berkaitan dengan kompetensi perawatan sepeda motor. Beberapa materi yang diujikan meliputi SOP Bengkel, Perawatan Berkala, dan Pengukuran.
Tantangan berlanjut pada tahap praktik. Peserta harus menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis, di antaranya PM 10 atau 10-point pemeriksaan motor sebelum servis, pengukuran CVT, serta pemeriksaan dinamis menggunakan YDT.
Seluruh pekerjaan praktik memiliki batas waktu maksimal 35 menit. Kondisi tersebut membuat peserta tidak hanya membutuhkan penguasaan teknik, tetapi juga ketelitian dan kemampuan bekerja sesuai prosedur dalam waktu yang telah ditentukan.
Hasil tes teori dan praktik kemudian diakumulasikan untuk menentukan perolehan nilai masing-masing peserta.
Dibuka Bersama ITN Malang dan Yamaha Central Malang
Sebelum kompetisi dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor ITN Malang, Kepala Program Studi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Ketua SMK Partnership se-Karesidenan Malang, serta Yamaha Central Malang.
Usai pembukaan, seluruh peserta diarahkan menuju ruang pelaksanaan kompetisi. Selama tes berlangsung, peserta diminta mengamankan telepon seluler masing-masing untuk mendukung pelaksanaan kompetisi yang tertib dan objektif.
Dengan sistem penilaian yang menggabungkan tes teori dan praktik, setiap peserta dituntut memberikan kemampuan terbaik sejak tahap awal hingga akhir kompetisi.
Farid Masuk 10 Besar
Hasil kompetisi membawa kabar positif bagi SMK Cendika Bangsa. Dari 31 peserta, Farid Akbar Maulana berhasil menempati peringkat ke-9 dan masuk dalam jajaran 10 besar Yamaha Skill Contest 2026.

Bagi Farid, capaian tersebut menjadi pengalaman penting karena kompetisi ini merupakan salah satu pengalaman pertamanya dalam mengikuti ajang keterampilan otomotif.
Persiapan menghadapi kompetisi juga dilakukan melalui latihan bersama. Sehari sebelum pelaksanaan lomba, Farid bersama sejumlah peserta dari SMK lain yang tergabung dalam SMK Partnership Yamaha mengikuti latihan bersama.
Latihan tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesiapan teknis sekaligus mengenal gambaran pekerjaan yang akan dihadapi saat kompetisi.
Persaingan yang berlangsung cukup ketat membuat setiap peserta harus mampu memadukan pengetahuan teori dengan keterampilan praktik. Peringkat ke-9 yang diraih Farid menjadi pengalaman yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Memperkuat Hubungan SMK dengan Dunia Industri
Yamaha Skill Contest tidak hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara SMK Partnership Yamaha dengan dunia pendidikan dan industri otomotif.
Bagi SMK Cendika Bangsa, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman di luar pembelajaran sekolah. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana kompetensi teknis diterapkan dengan standar kerja yang membutuhkan ketelitian, kecepatan, dan kedisiplinan.
Pengalaman kompetisi juga menjadi pengingat bahwa keterampilan otomotif tidak cukup hanya dipelajari melalui teori. Kemampuan perlu terus diasah melalui praktik, latihan, pengalaman lapangan, serta keberanian untuk mengikuti berbagai ajang kompetensi.
ITN Malang Hadirkan Kontes Modifikasi Motor
Selain Yamaha Skill Contest 2026, rangkaian kegiatan di ITN Malang juga diisi dengan Kontes Modifikasi Motor.

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi sisi lain dunia otomotif, khususnya kreativitas, desain, teknologi, dan inovasi. Kehadiran kontes modifikasi melengkapi pengalaman peserta dengan perspektif bahwa dunia otomotif tidak hanya berbicara tentang keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas.
Keikutsertaan Farid dalam Yamaha Skill Contest 2026 menjadi pengalaman berharga bagi SMK Cendika Bangsa. Capaian peringkat ke-9 dari 31 peserta sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi siswa di bidang otomotif.
Bagi siswa lainnya, pengalaman tersebut dapat menjadi dorongan untuk berani menguji kemampuan melalui kompetisi dan terus mengembangkan keterampilan sebagai bekal menghadapi dunia kerja. [Hayu Indah / Cb1]