Swaracendika.id – Semangat melestarikan budaya Nusantara turut ditunjukkan SMK Cendika Bangsa Kepanjen dalam gelaran Karnaval Mojosari. Kontingen sekolah tampil membawa beragam kesenian tradisional dan kreasi seni di hadapan masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.
Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya tampil di ruang sekolah, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat melalui seni pertunjukan.
Libatkan Siswa Kelas X dan XI
Kontingen SMK Cendika Bangsa melibatkan siswa-siswi kelas X dan XI. Sementara itu, siswa kelas XII tidak mengikuti kegiatan karena sedang menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pendamping SMK Cendika Bangsa, Khilfi Kurniawati, menjelaskan bahwa keterlibatan siswa dalam karnaval merupakan bagian dari partisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi siswa.

“Untuk peserta, kita melibatkan kelas 10 dan kelas 11. Karena kelas 12 saat ini sedang fokus menjalankan program Praktik Kerja Lapangan (PKL),” terang Khilfi.
Menariknya, persiapan penampilan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Siswa hanya memiliki waktu efektif sekitar satu minggu sejak akhir Agustus dengan latihan sekitar setengah hari.
Keterbatasan waktu tersebut tidak menyurutkan semangat peserta. Bekal kemampuan seni yang telah dimiliki sejumlah siswa menjadi modal penting untuk mempersiapkan penampilan. Latihan kemudian difokuskan pada pematangan konsep, kekompakan, dan kesiapan tampil di hadapan masyarakat.
Hadirkan Ragam Seni Nusantara
Dalam Karnaval Mojosari, kontingen SMK Cendika Bangsa membawa sejumlah kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. Penampilan yang disuguhkan meliputi Tari Remo, Tari Kreasi, Reog Ponorogo, dan Tari Gandrung.

Perpaduan berbagai kesenian tersebut membuat penampilan kontingen sekolah semakin berwarna. Setiap pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang keberagaman budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Bagi siswa, tampil dalam karnaval juga menjadi pengalaman belajar di luar kelas. Mereka dituntut untuk bekerja sama, menjaga kekompakan, berani tampil di ruang publik, serta menghargai seni dan budaya daerah.
Dari Sekolah untuk Masyarakat
Keterlibatan SMK Cendika Bangsa dalam Karnaval Mojosari merupakan bentuk partisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat setempat. Kehadiran siswa di tengah masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi seni yang dimiliki sekolah.
Khilfi berharap seluruh siswa dapat memberikan penampilan terbaik dan tampil maksimal selama mengikuti karnaval.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia.
“Sebagai generasi muda, jangan pernah melupakan budaya Indonesia. Karena apa yang kita usung dalam ajang ini adalah bentuk kecintaan kita pada warisan budaya bangsa,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari keikutsertaan SMK Cendika Bangsa dalam karnaval. Sebab, melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga kesenian tetap tampil, tetapi juga memastikan generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan bangsanya.
Melalui Tari Remo, Reog Ponorogo, Tari Gandrung, dan berbagai kreasi seni lainnya, siswa SMK Cendika Bangsa menunjukkan bahwa budaya Nusantara tetap dapat hidup dan berkembang melalui kreativitas generasi muda.
Pewarta: Rehan Aditiya | Fotografer: Yuan dan Akbar | Editor: Niswatun Mahfiroh