Swaracendika.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti SMK Cendika Bangsa saat peluncuran buku karya siswa bertajuk Kanvas yang Tak Pernah Selesai digelar pada 4 Mei 2026.
Peluncuran buku tersebut menjadi puncak dari program literasi sekolah yang berlangsung selama tiga minggu. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menuangkan ide, pengalaman, dan gagasan ke dalam tulisan.
Kolaborasi Literasi Bersama Nyalanesia
Program literasi ini merupakan hasil kerja sama antara Tim Literasi SMK Cendika Bangsa Kepanjen dan Nyalanesia, sebuah gerakan literasi nasional yang mendorong generasi muda untuk aktif berkarya melalui tulisan.
Tim literasi sekolah dipimpin oleh Niswatun Maghfiroh yang mendampingi siswa selama proses penulisan berlangsung.
Selama tiga minggu, para siswa mengikuti proses menulis. Mereka mulai dari mencari ide, berdiskusi, hingga menyusun karya terbaik untuk diterbitkan menjadi buku.
Puluhan Karya Berhasil Diterbitkan

Hasil program tersebut cukup membanggakan. Sebanyak 50 karya siswa dan 5 karya guru berhasil dihimpun menjadi dua jilid buku.
Tulisan para siswa mengangkat berbagai tema sederhana namun dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti persahabatan, keluarga, mimpi, hingga pengalaman pribadi yang penuh makna.
Melalui karya-karya tersebut, siswa menunjukkan bahwa setiap pengalaman hidup dapat menjadi cerita yang layak dibagikan.
Literasi Jadi Ruang Tumbuh Karakter
Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis.
Lebih dari itu, literasi dianggap sebagai sarana membangun karakter, menumbuhkan kepekaan sosial, serta melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan dan perasaan mereka.
Semangat tersebut terlihat dari antusiasme para siswa selama mengikuti program penulisan buku.
Tiga Penulis Terbaik Raih Penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada tiga penulis terbaik dalam peluncuran buku tersebut.
Penghargaan pertama diraih oleh Nur Rohmatus Shoobihah melalui karya berjudul Suta dan Arti Kehidupan.
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan kepada Lutfi Adi Waryono lewat karya Seperti yang Kita Tulis.
Adapun penghargaan ketiga diraih oleh Widia Ernawa Hapsari melalui tulisan berjudul Saksi Bisu.
Ketiga karya tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan mendalam dengan gaya penulisan yang kuat dan menyentuh.
Tinggalkan Jejak Melalui Tulisan
Founder Nyalanesia, Lenang Manggala, turut menyampaikan pesan inspiratif dalam kegiatan tersebut.
“Melahirkan pengkarya, melahirkan Indonesia nan jaya,” ujarnya.
Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan melalui karya dan gagasan.
Kini buku “Kanvas yang Tak Pernah Selesai” hadir sebagai jejak literasi yang akan terus dikenang. Melalui program ini, SMK Cendika Bangsa Kepanjen berharap semakin banyak siswa berani menulis, berkarya, dan menyampaikan cerita mereka kepada dunia. [Sulis/CB01]