Swaracendika.id – Film bertema keluarga menjadi sarana refleksi bagi siswa SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film Jangan Buang Ibu, Selasa (20/10/2026), siswa diajak memahami arti pengorbanan orang tua dan pentingnya berbakti kepada ibu.

Kegiatan yang berlangsung di Cinema NSC Kepanjen, Studio 1, ini diikuti anggota Badan Eksekutif Siswa (BES), Dewan Ambalan (DA), Palang Merah Remaja (PMR), dan Paskibra. Para guru pendamping turut mengikuti kegiatan tersebut.
Nobar ini juga mempertemukan siswa SMK Cendika Bangsa dengan peserta dari sekolah lain. Mereka menyaksikan film yang mengangkat persoalan keluarga, kasih sayang, dan penyesalan akibat mengabaikan orang tua.
Kisah Perjuangan Ibu yang Menyentuh Hati
Film Jangan Buang Ibu mengisahkan perjuangan seorang ibu yang membesarkan tiga anak seorang diri di tengah ketidakhadiran suami yang bertanggung jawab. Dengan keteguhan dan pengorbanan, sang ibu berusaha memenuhi kebutuhan anak-anaknya hingga mereka tumbuh dewasa.
Konflik muncul ketika ketiga anak tersebut mulai sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan rumah tangga masing-masing. Ibu yang semakin renta kemudian dititipkan ke panti jompo karena anak-anaknya merasa tidak memiliki cukup waktu untuk merawatnya.
Penyesalan datang setelah sang ibu meninggal dunia. Ketiga anaknya menyadari bahwa kesibukan telah membuat mereka jarang menjenguk dan kurang memberikan perhatian kepada sosok yang selama ini berjuang demi kehidupan mereka.
Kisah tersebut menyentuh emosi penonton. Sepanjang pemutaran film, suasana bioskop diwarnai tangis haru dari siswa maupun guru pendamping. Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari itu mengajak penonton merenungkan kembali hubungan mereka dengan keluarga.
Empat Pelajaran Berharga bagi Siswa
Film Jangan Buang Ibu tidak hanya menyajikan cerita emosional, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan bagi kehidupan siswa.
Pertama, menghargai pengorbanan orang tua. Perjuangan ibu dalam membesarkan anak mengajarkan bahwa kasih sayang sering diwujudkan melalui tindakan dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat.
Kedua, tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk mengabaikan orang tua. Pekerjaan, pendidikan, dan urusan rumah tangga memang penting. Namun, perhatian kepada orang tua tetap perlu dijaga melalui komunikasi, kunjungan, dan kepedulian sehari-hari.
Ketiga, berbakti selagi masih ada kesempatan. Waktu bersama orang tua tidak dapat diputar kembali. Karena itu, anak perlu menunjukkan rasa sayang dan hormat sebelum kesempatan tersebut berlalu.
Keempat, menumbuhkan empati. Cerita dalam film membantu siswa memahami perasaan orang lain, terutama orang tua yang membutuhkan perhatian ketika memasuki usia lanjut. Kepekaan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
Nobar sebagai Sarana Pendidikan Karakter
Kegiatan nonton bareng film Jangan Buang Ibu menjadi pengalaman yang lebih bermakna daripada sekadar hiburan. Melalui cerita dan konflik yang ditampilkan, siswa memperoleh ruang untuk merefleksikan sikap terhadap keluarga serta memahami pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua.
Bagi anggota BES, DA, PMR, dan Paskibra, pembentukan karakter menjadi bekal penting dalam menjalankan peran organisasi. Kemampuan memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab perlu berjalan seiring dengan empati, kepedulian, serta sikap hormat kepada orang tua.
Melalui kegiatan ini, SMK Cendika Bangsa Kepanjen turut mendorong penguatan karakter siswa melalui pengalaman belajar di luar kelas. Pesan yang dibawa film tersebut sederhana, tetapi mendalam: jangan menunggu kehilangan untuk menyadari besarnya kasih sayang seorang ibu.
Kesibukan boleh bertambah seiring perjalanan hidup. Namun, perhatian dan bakti kepada orang tua tetap perlu menjadi bagian dari keseharian.
Pewarta: Rehan Aditya | Editor: CB01