Share

Natal Inkulturasi FP NTT, Perkuat Persaudaraan Pemuda NTT

Swaracendika.id
Swaracendika.id

Share

Swaracendika.id – Inkulturasi Natal Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) menjadi momentum konsolidasi pemuda NTT se-Indonesia dalam mendukung pembangunan daerah asal. Kegiatan ini digelar pada Jumat (9/1/2026) di Hotel Atria Malang dan dihadiri perwakilan FP NTT dari berbagai daerah, tokoh pemerintah, akademisi, serta mahasiswa perantauan asal NTT.

Kolaborasi Diaspora Jadi Program Prioritas Pemprov NTT

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, S.T., menegaskan bahwa kolaborasi dengan diaspora menjadi program pilihan ketujuh Gubernur NTT dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Pertemuan diaspora NTT seluruh Indonesia dan dunia telah kami laksanakan pada 13 Desember di Kupang. Rencananya akan menjadi agenda tahunan, dan tahun depan lokasinya di tengah agar semua bisa hadir,” ujarnya.

Makna Natal: Pemuda NTT sebagai Penopang Harapan Keluarga

Natal, lanjut Florida, bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi peristiwa iman yang sarat nilai cinta kasih, kerendahan hati, pengharapan, dan damai sejahtera. Nilai tersebut diharapkan tercermin dalam karya dan pengabdian generasi muda NTT di tanah perantauan.

Dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, forum ini menjadi ruang penguatan solidaritas pemuda NTT yang datang dari berbagai latar belakang untuk bekerja dan menuntut ilmu, sekaligus menjadi sandaran harapan keluarga di kampung halaman.

“Forum Pemuda NTT harus menjadi pelita yang menuntun langkah, menumbuhkan solidaritas, serta menghadirkan terang dan berkat bagi lingkungan sekitar dan daerah asal,” pungkasnya.

Bupati Sumba Barat Daya Dorong Akses dan SDM Unggul

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui peresmian penerbangan perdana Batik Air rute Denpasar–Tambolaka–Denpasar.

“Banyak anak-anak Sumba, khususnya dari Sumba Barat Daya, berada di Malang dan menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Dalam sektor pendidikan, Pemkab Sumba Barat Daya berkomitmen mencetak sarjana S-1, magister, hingga dokter melalui program beasiswa yang telah dialokasikan anggarannya.

“Kami menargetkan mencetak 100 magister dan 10 dokter. Anggarannya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan SDM menjadi kunci pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata.
“Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan,” tandasnya.

FP NTT: Natal Jadi Ruang Silaturahmi dan Resolusi Konflik

Ketua DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan sesuai tagline organisasi “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang.”

Natal bersama ini merupakan yang keempat kalinya digelar di Malang dan dihadiri DPW FP NTT dari berbagai daerah, termasuk Bali, Jakarta, serta jajaran pemerintah Provinsi NTT.

Ia berharap momentum ini menjadi ruang refleksi bersama, terutama pasca insiden konflik antar mahasiswa NTT di Malang.

“Peristiwa itu menjadi pembelajaran berharga agar tidak terulang. Jangan sampai stigma negatif melekat pada orang NTT karena ulah oknum,” tegasnya.

Konsolidasi Pemuda NTT Jawa Timur, Perkuat Persaudaraan

Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menyampaikan bahwa Malang ditunjuk sebagai tuan rumah oleh DPP FP NTT sebagai bagian dari konsolidasi besar pemuda NTT di Jawa Timur.

“Perayaan Natal ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat persaudaraan dan mencegah stigma negatif terhadap warga NTT di perantauan,” ujarnya.

Selain ibadah Natal, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang: Mahasiswa Pendatang Menghindari Konflik Sosial.

Talkshow Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi

Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya:

  • Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T. (Bupati Sumba Barat Daya)
  • Florida Taty Satyawati, S.T. (Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT)
  • Prof. Bonaventura (Guru Besar Universitas Merdeka Malang)
  • Dr. Yustindo
  • Dr. George Da Silva (Ketua Umum DPP FP NTT)
  • Yohanes Hiba Ndale (Ketua DPP FP NTT)

Menurut Oskar, mahasiswa NTT di Malang diibaratkan pesawat yang telah lepas landas. Momentum Natal ini menjadi saat yang tepat untuk “mendarat”, melihat kembali akar, dan merumuskan kontribusi nyata bagi NTT. [Yono]

Tag @

Share