Swaracendika.id – Menulis berita tidak cukup hanya belajar teori. Seorang wartawan juga harus mampu mencari informasi, melakukan wawancara, dan menyampaikan fakta dengan benar. Pengalaman inilah yang diperoleh 100 siswa SMA/MA dan SMK se-Malang Raya dalam kegiatan Journalist Camp 2026, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 15.00 WIB ini merupakan kerja sama Jawa Pos Radar Malang dengan Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang-Kota Batu dan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar menulis berita sekaligus mengenal penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia media.
SMK Cendika Bangsa Kepanjen turut mengikuti kegiatan tersebut dengan mengirimkan dua siswa. Mereka adalah Rehan Aditya dari kelas XI Perhotelan dan Izzatul Nur Afidah dari kelas X Akuntansi.
Mengenal AI dan Belajar Menulis Berita
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan AI di Telkom AI Center of Excellence. Pada sesi ini, peserta belajar tentang perkembangan teknologi dan cara memanfaatkannya untuk membantu pekerjaan jurnalistik.
Selanjutnya, peserta mengikuti materi jurnalistik dari Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang, Mahmudan. Ia mengajak siswa mengenal cara menulis berita dengan langkah yang mudah dipahami.
Setelah menerima materi, peserta tidak hanya duduk mendengarkan. Mereka juga mendapat kesempatan untuk mencoba langsung pekerjaan wartawan.
Praktik Wawancara di Alun-Alun Kota Malang
Peserta kemudian menuju Alun-Alun Kota Malang untuk melakukan wawancara. Mereka mencari informasi dari orang-orang di sekitar lokasi.
Dalam kegiatan ini, Rehan dan Izzatul bersama peserta lainnya belajar membuat pertanyaan dan berbicara dengan narasumber. Mereka juga berlatih mencatat jawaban dan memilih informasi penting untuk bahan berita.
Selain menambah pengetahuan, praktik tersebut melatih keberanian siswa saat bertemu orang baru. Mereka juga belajar mendengarkan dengan baik dan menyampaikan informasi secara tepat.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa menjadi wartawan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis. Rasa ingin tahu, ketelitian, dan kejujuran juga sangat penting.
Kunjungan Kampus dan Penguatan Literasi Sekolah

Setelah praktik wawancara, kegiatan berlanjut ke Universitas Merdeka Malang. Di sana, peserta mengenal lingkungan perguruan tinggi melalui layanan kampus dan kegiatan campus tour.
Sebelum mengikuti kegiatan, seluruh peserta telah menjalani penilaian awal atau assessment tentang kebiasaan literasi di sekolah masing-masing. Dengan cara ini, penyelenggara dapat melihat perkembangan kegiatan literasi siswa sebelum mengikuti Journalist Camp.
Bagi SMK Cendika Bangsa, keikutsertaan Rehan dan Izzatul menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman di bidang jurnalistik. Keduanya diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah.
Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan jurnalistik sekolah. Siswa bisa mulai menulis berita kegiatan, membuat laporan, dan menyampaikan informasi positif melalui media sekolah.
Bijak Menggunakan AI dan Tetap Memeriksa Fakta
Selain belajar menulis berita, peserta juga mendapat wawasan tentang penggunaan AI. Teknologi ini dapat membantu mencari ide, menyusun tulisan, dan mengolah informasi.
Namun, setiap hasil dari AI tetap perlu diperiksa. Siswa harus memastikan kebenaran informasi sebelum menggunakannya dalam sebuah berita.
Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan bersama kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Teknologi boleh berkembang, tetapi kejujuran dan tanggung jawab dalam menyampaikan berita harus tetap dijaga.
Melalui Journalist Camp 2026, Rehan dan Izzatul mendapat pengalaman belajar langsung dari praktisi media. Pengalaman ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan jurnalis muda di SMK Cendika Bangsa.
Dari sekolah, siswa dapat mulai belajar mencari informasi dan menulis berita. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu menghasilkan tulisan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pewarta: Niswa | Editor: CB01