Share

Fashion Bootcamp Wastranova 2026

Share

Swaracendika.id – Siswi SMKS Cendika Bangsa menorehkan prestasi lewat Fashion Bootcamp Wastranova 2026. Adinda Tiara Rahayu Lestari berhasil meraih Juara 1 Kategori Urban Wear. Kompetisi ini berlangsung di tingkat Provinsi Jawa Timur. Bank Indonesia menyelenggarakannya bekerja sama dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Adinda didampingi oleh dua guru pembimbing selama proses ini. Nindy Fatimatu Azzahro, S.Pd. bertugas sebagai pembimbing desain. Sementara itu, Yuvila Rizky Dwi Arta, S.Pd. mendampingi proses produksi busana. Seluruh realisasi karya dilakukan di sekolah dengan pendampingan intensif.

Tahapan Fashion Bootcamp Wastranova 2026

Proses kompetisi dimulai dari pendaftaran pada 21–25 Mei 2026. Peserta diwajibkan mengirim desain beserta konsep busana sesuai kategori pilihan. Kategori yang tersedia adalah Urban Wear dan Modest Wear. Pengumuman peserta lolos seleksi dilakukan pada 28 Mei 2026.

Selanjutnya, peserta mengikuti Fashion Bootcamp selama dua hari. Kegiatan berlangsung pada 2–3 Juni 2026 di Aria Gajayana Hotel, Kota Malang. Bootcamp ini menjadi wadah pembinaan desainer muda. Fokusnya adalah mengembangkan kreativitas berbasis wastra Nusantara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, membuka kegiatan secara langsung. Beliau menyampaikan pentingnya regenerasi desainer muda. Menurutnya, inovasi desain berperan menjaga kekayaan wastra Indonesia. Karya yang berdaya saing menjadi kunci pelestarian budaya ini.

Selama bootcamp, tiga desainer profesional IFC memberikan pembekalan kepada peserta. Mereka adalah Agus Sunandar, Yeti Topiah, dan Rizka Sarah Ahsan. Pada hari pertama, peserta mempelajari Fashion Wastra, Trend Forecasting 2026/2027, dan Fashion Research. Materi juga mencakup Digital Illustration, pengembangan sketsa, serta penyusunan portofolio.

Kemudian, pada hari kedua, peserta mempresentasikan desain mereka kepada mentor. Kegiatan dilanjutkan dengan coaching clinic dan sesi review desain. Evaluasi dari mentor menjadi acuan penyempurnaan karya. Tahap ini penting sebelum peserta memasuki proses produksi.

Konsep Koleksi BREWFORM di Wastranova 2026

Setelah bootcamp, peserta kembali ke sekolah untuk merealisasikan desain. Tahap produksi berlangsung hampir dua bulan penuh. Pengumpulan karya final dilakukan pada akhir Juli 2026. Proses ini membutuhkan kerja keras dan dedikasi tinggi.

Adinda mengangkat konsep busana berjudul “BREWFORM”. Nama ini berasal dari kata brew (menyeduh) dan form (bentuk). Konsepnya mengangkat transformasi filosofi coffee maker ke dalam busana urban futuristik. Coffee maker dipilih sebagai simbol gaya hidup modern yang praktis dan dinamis.

Koleksi ini memadukan warna hitam matte, silver chrome, dan abu charcoal. Terdapat pula aksen ungu serta sentuhan wastra Batik Malang sebagai identitas budaya lokal. Busana menggunakan siluet oversize yang terkesan modern dan fungsional. Material utamanya adalah soft denim yang dipadukan dengan batik Malang dan aksen metal.

Berbagai teknik tekstil juga dieksplorasi dalam koleksi ini. Smocking merepresentasikan tekanan dan aliran uap saat penyeduhan kopi. Quilting menggambarkan lapisan komponen coffee maker, sedangkan bleaching menghasilkan gradasi warna khas ekstraksi kopi. Teknik slashing menciptakan tekstur yang terinspirasi dari lapisan mesin coffee maker.

Batik Malang hadir sebagai penghubung antara inovasi modern dan kekayaan budaya lokal. Oleh karena itu, karya ini tidak hanya unik secara estetika. Nilai budayanya pun terbilang kuat dan bermakna. Koleksi BREWFORM menjadi cerminan identitas generasi muda masa kini.

Hasil dan Makna Prestasi Ini

Puncak kompetisi digelar pada Kamis, 30 Juli 2026 di Malang Town Square (MATOS). Sebelum pengumuman pemenang, seluruh karya diperagakan oleh model profesional. Fashion show ini menjadi bagian dari rangkaian acara utama. Suasana kompetisi berlangsung meriah dan penuh semangat.

Akhirnya, Adinda berhasil meraih Juara 1 Kategori Urban Wear. Ia mengungguli 15 finalis terbaik yang lolos seleksi. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMK mampu bersaing di tingkat provinsi. Kuncinya adalah kolaborasi antara inovasi desain, teknik tekstil, dan pelestarian wastra Nusantara.

Keberhasilan ini diharapkan memotivasi seluruh peserta didik SMKS Cendika Bangsa. Mereka didorong untuk terus mengembangkan kreativitas di bidang fesyen. Selain itu, prestasi Adinda menunjukkan bahwa kolaborasi siswa, guru, dan industri menghasilkan karya berkualitas. Generasi desainer muda pun siap bersaing di level yang lebih tinggi.[Niswa/cb01]

Tag @

Share