Halaman Sekolah Jadi Studio Seni Kreatif
swaracendika.id – Pakisaji, Pagi yang cerah, di halaman SD Islam KM. Tahmid, Jl. Raya Genengan No. 222, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dipenuhi tawa dan canda anak-anak dari KB–TK Muslimat NU 9 Ahmad Yani. Meja-meja panjang berjajar dengan topeng Malangan polos yang siap diberi warna. Udara cerah pagi itu seolah ikut merayakan semangat kreativitas dari tangan-tangan mungil yang begitu antusias.



Mewarnai Topeng Sebagai Pengenalan Budaya
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SD Islam KM. Tahmid ini bertujuan mengenalkan dan melestarikan budaya lokal sejak usia dini. Anak-anak tampak bersemangat mencelupkan kuas ke cat cerah dan menorehkan warna ke topeng masing-masing. Setiap sapuan warna mencerminkan imajinasi, ekspresi, dan kecintaan mereka terhadap warisan budaya Malangan. Beberapa topeng menampilkan kombinasi warna unik yang menandakan kreativitas bebas yang tumbuh dari pengalaman langsung.
Kepala SD Islam KM. Tahmid, Muhammad Bayu Khairil Anwar, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mewarnai topeng, tetapi cara memperkenalkan budaya secara langsung. Anak-anak belajar mencintai jati diri dan warisan budaya melalui pengalaman kreatif, bukan hanya teori.
Dukungan Tokoh Pendidikan dan Parade Kreativitas Anak
Suasana semakin hidup dengan kehadiran Ketua PC Ma’arif Kabupaten Malang dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Kedua tokoh itu berkeliling, menyaksikan kreativitas anak-anak, tersenyum bangga, dan memotivasi peserta untuk mengekspresikan karya mereka dengan percaya diri.
Usai mewarnai, anak-anak naik ke panggung di halaman sekolah untuk memamerkan hasil karya, didampingi dewan guru dan orang tua mereka. Topeng-topeng itu berjajar bak parade warna, memancarkan kebanggaan, kegembiraan, dan kreativitas anak-anak. Suasana riang menutup kegiatan dengan tawa, senyum, dan harapan agar generasi muda terus melestarikan budaya Malangan melalui pengalaman langsung sejak usia dini.(cb1/bayu)