swaracendika.id – Pagi itu, halaman Pendopo Kabupaten Malang dipenuhi warna hijau dan putih yang berpadu indah. Ribuan santri dan pelajar berdiri khidmat dalam apel peringatan Hari Santri 2025 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang. Adapun tema peringatan Hari Santri tahun ini adalah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Di antara barisan peserta apel, tampak para siswa SMK Cendika Bangsa dengan pakaian khas mereka—jas hijau tua berlogo IPNU dan IPPNU di lengan, serta identitas logo “CB” yang terpampang di dada sebelah kiri. Penampilan itu bukan hanya simbol kebanggaan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai santri yang melekat pada semangat keislaman dan kebangsaan.
“Rasanya bangga bisa ikut berdiri bersama para santri dari seluruh Kabupaten Malang. Ini pengalaman yang sangat berkesan,” ujar salah satu siswa dengan senyum penuh semangat. Di bawah pancaran matahari pagi, suara lantunan doa dan lagu “Syubbanul Wathan” menggema, menambah khidmat suasana apel yang sarat makna.
Kepala SMK Cendika Bangsa menuturkan, sekolah ini memang lahir dari semangat para kiai dan santri. “SMK Cendika Bangsa didirikan oleh para kiai dan santri. Maka dari itu, kami selalu menjaga tradisi pesantren di lingkungan sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa setiap pagi, sebelum memulai pelajaran, para siswa melakukan berbagai amalan seperti membaca Al-Qur’an dan terjemahannya, tahlilan, istighosah, serta pembacaan surat Yasin dan surat Al-Waqiah. “Kami ingin agar nilai-nilai spiritual dan akhlak menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan,” tambahnya.


Dengan seragam hijau tua yang khas dan langkah penuh keyakinan, para siswa SMK Cendika Bangsa menunjukkan bahwa semangat santri tak hanya tumbuh di pesantren, tetapi juga hidup di sekolah kejuruan. Hari itu, di Pendopo Kabupaten Malang, mereka ikut menggaungkan pesan besar: bahwa generasi muda Indonesia siap mengawal kemerdekaan menuju peradaban dunia, dengan ilmu, iman, dan akhlak sebagai bekalnya.