swaracendika – Pernahkah kamu berpikir bahwa sebelum sholat, thowaf, atau menyentuh Al-Qur’an, ada langkah penting yang harus dipahami setiap Muslim? Hari pertama Pondok Ramadhan di SMK Cendika Bangsa pada Senin, 9 Maret 2026. Siswa diajak memahami bab thoharoh atau bersuci, dasar penting dalam ibadah sehari-hari.
Pembukaan Pondok Ramadhan Hari Pertama
Seperti tradisi di SMK Cendika Bangsa, kegiatan dimulai dengan mengaji metode An-Nashr di Musholla dan RPS, membangun ketenangan hati sebelum masuk materi. Setelah itu, siswa melanjutkan pembelajaran di kelas masing-masing untuk membahas thoharoh, agar ibadah mereka sah dan diterima.
Apa Itu Thoharoh / Bersuci?
Thoharoh atau bersuci adalah aktivitas membersihkan diri dari najis dan hadas (kecil maupun besar) menggunakan air, debu, atau batu (istinja’) agar sah melakukan ibadah. Ibadah yang membutuhkan kesucian antara lain shalat, thowaf, dan menyentuh Al-Qur’an.
Memahami Najis
Najis secara bahasa berarti kotoran. Dalam istilah fiqih, najis adalah kotoran yang menempel pada badan, pakaian, atau tempat, yang bisa membuat ibadah menjadi tidak sah jika tidak disucikan.
Macam-Macam Najis
1. Najis Mukhoffafah (Ringan)
- Contoh: Air kencing bayi laki-laki < 2 tahun yang hanya minum ASI
- Cara membersihkan: Memercikkan air suci hingga area basah
2. Najis Mutawasitho (Sedang)
- Contoh: Air kencing manusia dewasa, kotoran hewan, darah, nanah, minuman memabukkan, muntahan, bangkai selain manusia, ikan, dan belalang
- Cara membersihkan:
- Hilangkan benda/wujud najis sampai hilang warna, bau, dan rasa
- Bilas/guyur air suci ke area yang terkena
3. Najis Mugholladoh (Berat)
- Contoh: Kotoran dan air liur babi dan anjing beserta turunannya
- Cara membersihkan:
- Hilangkan wujud najis sampai hilang warna, bau, dan rasa
- Guyur air suci sebanyak 7 kali, salah satunya dicampur tanah suci
Memahami Hadas
Hadas adalah kondisi tidak suci yang ditentukan syara’, menghalangi ibadah tertentu.
Hadas Kecil
Disebabkan oleh:
- Kencing, kentut, buang air besar
- Hilangnya akal (tidur, pingsan, kesurupan)
- Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mahram
- Cara menyucikan yaitu dengan Wudhu’
Hadas Besar
Disebabkan oleh:
- Junub: keluarnya air mani (mimpi basah termasuk)
- Hubungan intim (meskipun tanpa keluarnya air mani)
- Haid: darah keluar pada perempuan yang sehat
- Nifas: darah setelah melahirkan
- Wiladah: proses melahirkan anak
- Cara menyucikan yaitu dengan Mandi besar (ghusl)
Dengan memahami thoharoh, siswa belajar bahwa ibadah yang sah membutuhkan kesucian, baik dari najis maupun hadas. Pembelajaran hari pertama Pondok Ramadhan ini menekankan bahwa bersuci bukan sekadar aturan, tapi bentuk pengendalian diri, disiplin, dan penghormatan pada ibadah.[Niswa/cb1]