Share

Bejo Education Fest & Olympiad: Mengokohkan Mutu Pendidikan Muhmmadiyah Kota Malang

swaracendika.id
swaracendika.id

Share

swaracendika.id — Bejo Education Fest & Olympiad 2025 menjadi momentum penting bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah se–Kota Malang untuk meneguhkan kualitas pendidikan sekaligus mempererat silaturahmi antar lembaga. Kegiatan ini digelar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Malang di SMK Muhammadiyah 2 Malang, Minggu (16/11/2025).
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang, Drs. Zainullah, S.H., M.KPd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk konsolidasi pendidikan Muhammadiyah agar semakin solid, inovatif, dan berkemajuan.
Bejo Festival Olympiad ini bertujuan membangun silaturahmi lembaga pendidikan Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan siswa,” ujarnya.

Mengapa Disebut “Bejo”?

Nama “Bejo” yang diangkat sebagai identitas festival bukan sekadar simbol. Ia merujuk kepada sosok ulama berpengaruh dalam sejarah Muhammadiyah di Malang Raya, yakni Mbah Bejo Dermoleksono—seorang tokoh yang dikenal alim, organisator ulung, dan pejuang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Muhammadiyah.

9 Mata Lomba, 20 Lembaga Pendidikan, dan Ratusan Peserta

Bejo Education Fest & Olympiad tahun ini menghadirkan 9 mata lomba lintas jenjang: SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK Muhammadiyah se–Kota Malang. Total peserta yang mengikuti ajang ini mencapai: 106 siswa dari jenjang SD–MI, 79 siswa dari jenjang SMP–MTs, 48 siswa dari jenjang SMA–MA–SMK, 20 lembaga pendidikan, 28 guru pendamping, 35 juri, 42 panitia
Ragam lomba meliputi branding sekolah & inovasi digital, takhfidz, pidato Bahasa Inggris, pidato Bahasa Arab, story telling, New Ansor (kemuhammadiyahan), Olimpiade Matematika, serta Olimpiade Sains/IPA.
Ketua Panitia menjelaskan bahwa setiap mata lomba akan dipilih tiga pemenang untuk masing-masing jenjang.

Menghidupkan Warisan Mbah Bejo, Cikal Bakal Muhammadiyah Malang Raya

Ketua PDM Kota Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, MA, menegaskan bahwa pemilihan nama “Bejo” sekaligus bertepatan dengan momentum Milad Muhammadiyah ke-113, yang jatuh pada 18 November 2025.
“Mbah Bejo Darmo Laksono adalah tokoh awal Muhammadiyah di Malang Raya. Beliau ahli agama, organisator, dan pejuang. Hidupnya diabdikan untuk Muhammadiyah hingga tidak meninggalkan harta, karena semuanya diberikan untuk perjuangan,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghormatan, nama Mbah Bejo kini diabadikan menjadi nama masjid di RSUD UMM. Prof. Haris menambahkan, jejak perjuangan Mbah Bejo telah melahirkan banyak tokoh besar, termasuk beberapa pengasuh Pondok Modern Gontor Ponorogo.

Lebih dari Sekadar Lomba

Bejo Education Fest & Olympiad 2025 bukan hanya perhelatan kompetisi, tetapi juga wadah meneguhkan semangat pendidikan Muhammadiyah yang mencerahkan, berkemajuan, dan berpihak pada pembentukan generasi emas 2030. (cb1/yono)

Tag @

Share