swaracendika.id – Batik Tulis Bakti Luhur Malang berhasil menembus pasar internasional dengan mengekspor karya-karyanya ke berbagai negara, termasuk Australia, Prancis, Belanda, Jepang, dan Singapura. Kesuksesan ini tidak lepas dari inovasi proses produksi dan kolaborasi strategis dengan dunia akademik.
Kolaborasi Strategis dengan Dunia Akademik
Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang menjalin kemitraan dengan Yayasan Bakti Luhur untuk memperkuat fondasi bisnis batik tulis. Dr. Diah Imaningrum Susanti, Dekan Fakultas Hukum UKWK Malang, menjelaskan, “Kami memberikan pendampingan comprehensive, mulai dari penataan pembukuan, pengelolaan media sosial, hingga pembuatan e-katalog bilingual.”
Kolaborasi ini juga melibatkan Universitas Katolik Sugiyopranoto Semarang dalam pengembangan e-katalog berbahasa Indonesia dan Inggris untuk memudahkan pemesanan dari turis asing.


Inovasi Proses Produksi Ramah Lingkungan
Batik Bakti Luhur menghadirkan inovasi unik dengan memanfaatkan lilin bekas dari Gua Maria yang dikumpulkan oleh komunitas gereja. “Lilin bekas ini kami olah kembali menjadi malam untuk membatik, menciptakan nilai tambah spiritual dan ekonomis,” ungkap Muryanti, perajin senior yang telah membatik sejak 1985.
Proses produksi yang berkelanjutan ini dilengkapi dengan program literasi lingkungan untuk mengelola limbah batik secara bertanggung jawab.
Kualitas Premium dengan Waktu Pengerjaan Optimal
Setiap helai Batik Tulis Bakti Luhur membutuhkan ketelitian tinggi dengan waktu pengerjaan 1-3 bulan per kain. Produk mereka menawarkan berbagai motif tradisional seperti Parangtritis, Kawung, dan Kas Malang dengan karakteristik warna cerah. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000 per meter, mencerminkan kualitas karya tangan premium.
Pengakuan Nasional dan Internasional
Kualitas batik ini telah diakui secara nasional, antara lain dengan terpilihnya karya mereka sebagai cendera mata resmi untuk DPR RI. “Ini membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Muryanti dengan bangga.
Dampak Ekonomi dan Pelestarian Budaya
Keberhasilan Batik Bakti Luhur tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi para perajin, tetapi juga turut melestarikan warisan budaya Indonesia. Dengan dukungan akademisi dan inovasi berkelanjutan, Batik Bakti Luhur membuktikan bahwa produk budaya tradisional dapat bersaing di pasar global. (cb1/yono)