Swaracendika.id – Batik tidak hanya selembar kain bermotif, tetapi juga karya seni yang membawa filosofi dan cerita di setiap goresannya. Pada gelaran Kepanjen Djaman Mbiyen, tim literasi SMK Cendika Bangsa berkesempatan berbincang dengan seorang pengrajin batik sekaligus penjual kuliner tradisional yang memikat hati pengunjung melalui kelembutan sikapnya. Dialah Ibu Sri Widjayati, perempuan berdedikasi di balik Batiknya Bambu Kenanga.
Pelaku Usaha Batik dari Turen yang Hangat dan Bersahaja
Ibu Sri Widjayati datang mewakili Kecamatan Turen, Malang. Ia dikenal aktif menghadiri berbagai acara lokal, terutama di sekitar wilayah Stadion Kanjuruhan. Dengan pembawaannya yang ramah, ia menyambut setiap pengunjung yang mampir ke lapaknya sembari memperkenalkan batik karyanya.
Lapak Sederhana dengan Pesona Batik dan Cita Rasa Tempo Dulu
Tak hanya batik, meja lapaknya juga dipenuhi jajanan tradisional yang menggiurkan. Ada sawut, lepet, kue cempret, serta minuman kopi yang hangat aromanya. Semua tersaji rapi, mencuri perhatian para tamu yang lewat untuk sekadar melihat atau langsung mencoba.
Keanggunan motif batiknya terlihat jelas dari susunan display yang tertata, memudahkan pengunjung menikmati detail coraknya yang bernilai seni.
Menghadirkan Tradisi untuk Generasi Kini
Dalam event Kepanjen Djaman Mbiyen, Ibu Sri Widjayati menggunakan momentum akhir pekan untuk memperluas jangkauan karya batiknya. Ia membuka lapak sejak hari pertama hingga acara berakhir, menyatu dengan semarak masyarakat yang bernostalgia dengan nuansa jaman dulu.
“Adanya acara seperti ini agar orang-orang jaman sekarang tahu bahwa makanan jaman dulu juga sehat,” ujar Ibu Sri Widjayati.
Batik yang Fleksibel: Elegan untuk Acara Resmi, Nyaman untuk Sehari-hari
Batik dipilih Ibu Sri karena memiliki peminat lintas generasi. Batiknya Bambu Kenanga bukan hanya cocok untuk acara formal, tetapi juga bisa dikenakan dalam aktivitas harian. Dengan sabar, ia menjelaskan kepada pengunjung mengenai makna motif, jenis kain, hingga cara perawatan agar batik tetap awet.
Pengunjung dipersilakan menyentuh dan melihat langsung kualitas kain, sebelum akhirnya membawa pulang salah satu karya batik lokal yang membanggakan.
Ruang Apresiasi untuk Karya Lokal
Bagi yang ingin memiliki batik dengan sentuhan daerah Turen, produk Ibu Sri Widjayati layak menjadi pilihan. Selain berkualitas, setiap helaian kainnya adalah cerita tentang budaya yang terus dijaga agar tetap hidup. [Novi/Cb1]