Share

SMK CB dan Polsek Kepanjen Edukasi Siswa tentang AI

AI

Share

Swaracendika.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan risiko jika digunakan tanpa pemahaman yang cukup. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, Polsek Kepanjen memberikan edukasi tentang AI kepada siswa SMK Cendika Bangsa Kepanjen, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Laboratorium Komputer Desain Komunikasi Visual (DKV), Gedung D lantai 2. Pesertanya adalah siswa kelas X dan XI konsentrasi keahlian DKV.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenali fungsi kecerdasan buatan, memahami potensi manfaatnya, serta mewaspadai penyalahgunaan teknologi digital. Pembekalan tersebut penting agar pelajar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan keamanan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Memahami Peran AI dalam Kehidupan Digital

AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer atau mesin menjalankan sejumlah tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia. Kemampuan tersebut mencakup mengenali pola, mempelajari informasi, menghasilkan konten, dan membantu proses pengambilan keputusan.

Dalam dunia pendidikan, AI dapat dimanfaatkan untuk mencari ide, memahami materi pelajaran, menyusun informasi, hingga mendukung pembuatan karya kreatif. Bagi siswa DKV, teknologi ini juga membuka peluang untuk mengeksplorasi konsep visual dan mengembangkan gagasan desain.

Meski demikian, AI tetap memiliki keterbatasan. Informasi yang dihasilkan belum tentu benar dan perlu diperiksa kembali. Oleh sebab itu, siswa harus tetap mengandalkan penalaran, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis ketika menggunakan teknologi tersebut.

AI seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses belajar dan kemampuan berpikir mandiri.

Kenali Risiko Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan

Selain membahas manfaatnya, edukasi bersama Polsek Kepanjen juga menyoroti risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab.

Teknologi ini dapat digunakan untuk memanipulasi suara, mengubah tampilan seseorang dalam foto atau video, serta membuat konten yang menyerupai kejadian nyata. Jika disalahgunakan, hasil manipulasi tersebut dapat menjadi sarana penipuan, penyebaran informasi palsu, maupun pembuatan konten pornografi.

Risiko tersebut perlu mendapat perhatian, terutama di kalangan pelajar yang aktif menggunakan internet dan media sosial. Konten digital yang terlihat meyakinkan belum tentu menggambarkan kenyataan.

Karena itu, siswa perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Mereka juga harus menjaga data pribadi dan menghormati privasi orang lain, termasuk tidak menggunakan foto, video, atau suara seseorang untuk tujuan yang merugikan.

Penyalahgunaan AI yang memenuhi unsur pelanggaran hukum juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Lima Aplikasi AI yang Perlu Dikenal Pelajar

Dalam perkembangannya, berbagai aplikasi AI hadir untuk membantu aktivitas belajar dan pekerjaan kreatif. Beberapa aplikasi yang populer antara lain:

  1. ChatGPT, untuk membantu memahami materi, mencari ide, dan menyusun informasi.
  2. Google Gemini, untuk mendukung pencarian informasi dan berbagai aktivitas produktif.
  3. Midjourney, untuk menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi teks.
  4. Canva Magic Studio, untuk membantu proses desain dan pembuatan konten visual.
  5. Notion AI, untuk mendukung penyusunan catatan, rangkuman, dan pengelolaan informasi.

Setiap aplikasi memiliki kemampuan dan batasan masing-masing. Pengguna tetap perlu memahami cara kerjanya, memeriksa hasilnya, serta memperhatikan aturan penggunaan dan perlindungan data pribadi.

Bangun Kebiasaan Digital yang Bertanggung Jawab

Pemanfaatan AI membutuhkan kebijaksanaan dan pengendalian diri. Siswa diharapkan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan, bukan bergantung sepenuhnya pada jawaban atau hasil yang dihasilkan mesin.

Sikap kritis juga menjadi bagian penting dari literasi digital. Pelajar perlu membedakan informasi yang dapat dipercaya dan konten yang berpotensi menyesatkan. Selain itu, mereka harus mempertimbangkan dampak setiap konten yang dibuat atau dibagikan di internet.

Melalui edukasi ini, siswa SMK Cendika Bangsa Kepanjen diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi. Pemahaman mengenai manfaat, keterbatasan, dan risiko AI menjadi bekal untuk belajar, berkarya, serta beraktivitas di ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.

Pewarta: Selly dan Yuan | Editor: CB01

Tag @

Share