Swaracendika.id – Suara tabuhan musik, sorak warga, dan tepuk tangan penonton memenuhi sepanjang jalan Dusun Mojosari. Kemeriahan tersebut hadir dalam Mojosari Culture Carnival (MCC), karnaval budaya yang menjadi salah satu agenda tahunan dan dinantikan masyarakat setempat.
Beragam kostum, atraksi seni, serta kendaraan musik menghiasi jalannya parade. Di balik kemeriahan tersebut, MCC menghadirkan semangat kebersamaan dan gotong royong warga sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan dan melestarikan budaya di tengah masyarakat.
Mojosari Culture Carnival, Ruang Ekspresi Warga
Mengusung tema MCC: Mojosari Culture Carnival, karnaval tahun ini melibatkan berbagai unsur masyarakat. Sebanyak 27 kontingen ikut ambil bagian dalam parade, mulai dari peserta tingkat sekolah hingga perwakilan RT, RW, dan dusun.

Ketua RW 01 Dusun Mojosari, Mashuri, mengatakan bahwa karnaval tidak hanya bertujuan menghadirkan tontonan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menciptakan ruang hiburan bagi warga.
“Diadakannya karnaval di sini adalah untuk menghibur masyarakat warga Dusun Mojosari. Kami ingin menghadirkan ruang keceriaan bersama setelah rutinitas sehari-hari,” ujar Mashuri di sela-sela kegiatan.
Setiap kontingen tampil dengan konsep masing-masing. Busana adat, pertunjukan seni, hingga kreasi modern dipadukan dalam parade yang berlangsung meriah. Kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memenuhi sisi jalan sepanjang rute karnaval.
Dari Panggung Budaya hingga Lapak UMKM
Kemeriahan MCC ternyata tidak hanya dirasakan oleh peserta dan penonton. Gelaran karnaval juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Sejumlah pedagang dan pelaku UMKM membuka lapak di sepanjang rute karnaval. Kerumunan warga dan pengunjung menjadi peluang bagi mereka untuk menawarkan berbagai produk dan makanan kepada masyarakat.
Bagi warga, karnaval menjadi hiburan. Bagi pelaku UMKM, ramainya pengunjung membuka kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Dua manfaat tersebut bertemu dalam satu ruang, menjadikan MCC bukan sekadar perhelatan budaya, tetapi juga bagian dari geliat ekonomi masyarakat.
Mashuri berharap kegiatan tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi warga Mojosari.
“Mudah-mudahan warga Mojosari bisa lebih terhibur, dan lapak-lapak pedagang kecil bisa makin ramai serta berputar ekonominya,” pungkasnya.
Gotong Royong yang Menjadi Kekuatan
Keberhasilan penyelenggaraan Mojosari Culture Carnival tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Peserta dari sekolah, RT, RW, hingga dusun menunjukkan bahwa karnaval menjadi ruang bersama untuk berkreasi dan berpartisipasi.
Lebih dari sekadar parade budaya, MCC memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan masyarakat dapat mempertemukan budaya, hiburan, kreativitas, dan ekonomi lokal dalam satu perhelatan.
Di tengah arus hiburan modern, karnaval seperti MCC menjadi pengingat bahwa tradisi dan budaya lokal masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Ketika warga bergerak bersama, jalanan bukan hanya menjadi jalur parade, tetapi juga ruang bertemunya kreativitas, kebersamaan, dan harapan bagi tumbuhnya ekonomi warga.
Pewarta: Rehan Aditiya | Fotografer: Yuan dan Akbar | Editor: Niswatun Mahfiroh