Swaracendika.id – Semangat kaderisasi pelajar terasa kuat dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU dan IPPNU yang digelar di SMK Cendika Bangsa Kepanjen pada Minggu hingga Senin, 15–16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi pintu awal bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia organisasi pelajar Nahdlatul Ulama sekaligus melatih karakter kepemimpinan sejak dini.
Selama dua hari, suasana pembinaan berlangsung hangat namun tetap tertib. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak terlibat aktif dalam diskusi, dinamika kelompok, dan proses penguatan komitmen organisasi.
Diikuti Perwakilan Kelas dan Ekstrakurikuler
Makesta diikuti 41 siswa, terdiri dari 17 siswa laki laki dan 24 siswa perempuan. Peserta merupakan perwakilan dari tiap kelas serta delegasi berbagai ekstrakurikuler. Mulai dari esport, Pramuka, tari, PMR, musik, albanjari, Pagar Nusa, jujitsu, bola voli, futsal, hingga paskibraka.
Komposisi peserta yang beragam membuat forum terasa hidup. Selain itu, interaksi antarsiswa lintas minat juga menjadi nilai tambah dalam proses kaderisasi.
Kegiatan ini digerakkan oleh panitia dari Badan Eksekutif Siswa bersama Wakil Kepala Sekolah dan guru pendamping. Tim pendukung dari unsur GTY, sertifikasi, dan inpassing turut membantu kelancaran acara.
Materi Dasar Organisasi dan Nilai Ke-NU-an
Makesta dirancang sebagai fondasi awal pembinaan. Karena itu, materi yang diberikan berfokus pada pengenalan IPNU dan IPPNU, nilai Aswaja, ke-NU-an, serta dasar kepemimpinan dan manajemen organisasi pelajar.
Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh kepala sekolah. Setelah itu, peserta mengikuti sesi bina suasana untuk membangun kedekatan dan semangat kebersamaan. Selanjutnya, materi disampaikan bertahap oleh pemateri dan pendamping.
Beberapa sesi dilaksanakan gabungan di musholla. Namun pada materi tertentu, kelas dipisah antara peserta laki laki dan perempuan. Pengaturan ruang dilakukan di Musholla Al Hikmah, Ruang Guru, Virtual Room, serta kelas G2.1, F1.1, dan F2.1 agar penyampaian lebih efektif.
Dari Pembekalan hingga Pembaiatan
Tidak hanya mendengar paparan, peserta juga diajak memahami peran pelajar NU dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Diskusi berlangsung dua arah. Banyak peserta aktif bertanya dan berbagi pandangan.
Sebagai penanda resmi menjadi anggota, kegiatan ditutup dengan prosesi pembaiatan. Momen ini menjadi titik penguat komitmen untuk berproses di organisasi secara sungguh sungguh.
Setelah itu, forum membahas rencana tindak lanjut agar kegiatan tidak berhenti di pelatihan saja. Selain itu, dilaksanakan pemilihan ketua tingkat sebagai latihan praktik demokrasi organisasi di level pelajar.
Melalui Makesta ini, sekolah berharap lahir kader muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki pegangan nilai, kemampuan memimpin, dan kesiapan berkontribusi di lingkungan sekitarnya. [Nadya/Cb1]