swaracendika.id – SMK Cendika Bangsa Kepanjen menggelar kegiatan outing class bertajuk “SMK CB Goes to BPS”. Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang pada Rabu (11/2/2026).
Outing class ini menjadi bagian dari penguatan materi statistika yang sedang dipelajari siswa kelas XI. Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya memahami teori di kelas. Mereka juga melihat langsung bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan dimanfaatkan oleh lembaga resmi negara.
Siswa Lintas Jurusan Ikuti Kunjungan Edukatif
Peserta terdiri dari siswa kelas XI Manajemen Perkantoran (MP A), Teknik Kendaraan Ringan (TKR A), dan Ekowisata. Program ini diinisiasi dan didampingi oleh guru matematika, Niswatun Mahfiroh.
Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran di SMK harus bersifat aplikatif. Siswa perlu memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di kelas digunakan di dunia kerja dan lembaga profesional.
Karena lokasi sekolah berhadapan langsung dengan kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, siswa berangkat dengan berjalan kaki. Kedekatan geografis ini dimanfaatkan sebagai peluang kolaborasi edukatif antara sekolah dan BPS. Kunjungan ini juga menjadi pengalaman perdana kerja sama edukasi tingkat SMK bagi kedua pihak.

Setibanya di lokasi, siswa melakukan presensi digital menggunakan sistem PAKISAJI (Pakai Satu Jari). Setelah itu, mereka mengikuti tur ruangan dan mengenal layanan Pojok Statistik serta Pelayanan Statistik Terpadu (PST).
Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyambut langsung para siswa. Dalam sambutannya, Beliau mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi data di masyarakat serta menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar siswa dapat menjadi agen informasi di lingkungan sekitarnya, sekaligus memahami pentingnya data resmi dalam pembangunan nasional.

Sesi utama diisi dengan pemaparan materi statistik dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 oleh Nanang Widaryoko. Materi disampaikan secara interaktif, membahas peran statistik dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, serta pengenalan layanan Pelayanan Statistik Terpadu (PST).
Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan agen statistik dari Universitas Merdeka Malang. Mereka memperkenalkan program Pojok Statistik di perguruan tinggi serta pentingnya literasi data bagi mahasiswa.
Menurut pihak BPS, edukasi statistik sejak jenjang pelajar dan mahasiswa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap data resmi dan pemanfaatannya secara tepat.
Pembelajaran Statistik Aplikatif
Guru pendamping, Niswatun Mahfiroh, menegaskan bahwa outing class ini dirancang sejalan dengan karakter pembelajaran SMK yang menekankan praktik langsung.
“Pembelajaran di SMK bersifat aplikatif. Melalui kunjungan ke BPS Kabupaten Malang, siswa dapat melihat langsung implementasi statistika dalam dunia kerja. Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi kerja sama lanjutan,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 09.00–11.00 WIB untuk kelas MP A. Sesi kedua pukul 11.00–12.30 WIB untuk kelas TKR A dan Ekowisata. Antusiasme siswa terlihat selama sesi materi dan kuis interaktif, yang semakin semarak dengan adanya konsumsi dan doorprize.
Melalui program Outing Class SMK CB Goes to BPS Kabupaten Malang, sekolah berharap siswa tidak hanya memahami konsep statistik secara teoritis. Tetapi mereka juga mampu mengenal peran data resmi dalam pembangunan, perencanaan, dan pengambilan kebijakan publik.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang melek data dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era informasi.(Niswa/cb1)